Daftar Blog Saya

Kamis, 28 Februari 2013

Organisasi elektron pembawa dalam mitokondria


Electron pembawa diatur sebagai rantai transportasi elektron yg mentransfer elektron dari elektron donor di elektrode potensial rendah ke elektron penerima di elektrode potensial tinggi. Electrode bisa dimasukkan dalam flavoprotein, quinone, atau sitokrom, tergantung potensial donor. Pembawa diatur dalam membrane seperti individu komplek. Komplek bisa diisolasi dari setiap teknik pemisahan cocok yang lain setelah pencabutan serbuk halus yg menghilangkan lemak ttp tgk menghancurkan interaksi protein- protein. Komplek terpisah bisa dianalisis dari komponen- komponen mereka, dan juga digabungkan dalam proteoliposom pada pelajaran reaksi oksidasi-reduksi setiap katalis mereka, dalam penambahan translokasi proton. Empat komplek bisa dikenali dalam mitokondria. Yaitu komplek I (NADH oxidoredoctase ubiquinone), komplek II (dehydrogenase succinate) , komplek III (ubiquinone- oxidoredoctase cytochrome c), komplek IV (axidase cytochrome c). Setiap komplek  bisa memiliki beberapa protein. Kebanyakan berbelit-belit komplek I ….

Sabtu, 16 Februari 2013

PKM 2013

PKM yang didanai untuk  UNLAM tahun ini tidak sebanyak tahun lalu yang mendapat dana dari Dikti. Hal ini mungkin karena proposal yang dikirim tidak sebanyak dulu. Tahun ini, fakultas tidak ada mewajibkan bagi penerima beasiswa untuk membuat proposal PKM, tidak seperti tahun lalu yang diwajibkan. Juga karena sistem pengiriman yang dilakukan langsung oleh ketua kelompok yang dikirim ke Dikti secara online. Tahun lalu PKM didanai yang diusulkan oleh mahasiswa PS Biologi berjumlah 8 PKM, tahun ini hanya mendapatkan 6 PKM, yaitu :
1. Yunglinna Ria dengan judul “My Sasi Style (MYSS)” Bentuk Adaptasi Sasirangan Terhadap Fashion  masa Kini sebagai Bentuk Pelestarian Budaya Batik Asal Kalimantan Selatan (PKMK).
2. Debby Cahya Utami dengan judul Potensi Mikroalga Nostoc sp., Oscillatoria Jasorvensis dan Gleoecapsa Sp Indigenous Kalimantan Selatan sebagai Bioakumulator Logam Berat (Pb, Cd, Fe) di Kolam Bekas Tambang Batubara (PKMP)
3. Dewi Marzianti dengan judul Eksplorasi Dan Karakterisasi Mikroalga dari Kolam Bekas Tambang dan Rawa Gambut sebagai Bahan Baku Biodiesel (PKMP)
4. Khairul Fazri dengan judul Keragaman Genetik Anggrek Alam Phalaenopsis Endemik Pegunungan “Meratus” Kalimantan Selatan Berdasarkan Marka Molekular RAPD (PKMP).
5. M. Nazemi Fajeri dengan judul Uji Antagonis Cendawan Endofitik Asal Tanaman Lahan Kritis terhadap Ganoderma boninense (PKMP).
6. M. Rubiansyah dengan judul Pemanfaatan Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine Americana Merr.) Sebagai Agensia Alternatif Poliploidisasi pada Tanaman (PKMP).

Kamis, 14 Februari 2013

Struktur Tambahan Sel Mikroba

Flagel

Bakteri berenang menggunakan satu atau beberapa flagella, pengangkut organel yang menonjol dari permukaan sel. Flagel dari mikroba yang digunakan untuk bergerak
Struktur umum
Flagella terdiri dari 3 bagian; tubuh basal, buku, dan filamen dengan memerlukan penambahan protein untuk fungsi motor. Flagella utuh terisolasi dan komponen mereka diperlakukan untuk analisis. Flagella berisi 20 polipeptida yang berbeda dan memerlukan kira-kira 40 gen yang berbeda untuk pemasangan dan fungsi. Motor bisa berputar menurut arah jarum jam atau bisa juga berlawanan arah jarum jam, yang menetukan arah berenang, dan respon sinyal chemotactic.
a.       Tubuh basal
Dasar flagella adalah tubuh basal menempel dalam membrane. Struktur terisolasi menggambarkan tidak berisi beberapa protein diperlukan untuk fungsi motor. Oleh karena itu mungkin tidak seluruh motor. Tubuh basal berisi 2 cincin badan tegap dalam bakteri gram positive dan 4 cincin dalam bakteri gram negative.
b.      Diperlukan penambahan protein untuk fungsi motor. Protein yang tidak membelah membersihkan flagel dan yang mungkin komponen motor karena mutasi dalam gen bahwa kode untuk proton merusak fungsi motor.
c.    Kait. Tengah batang sangat menyukai kait berbelok yang terbuat banyak salinan  dari protein special yang disebut protein kait. Ada dua protein menghubungkan kait (HAPs), yang dibutuhkan untuk pembentukan pertamuan antara kait dan filament, dan ketiga HaP (HAP2) yang menyumbat filament.  HAPs menghasilkan flgK, flgL, dan gen fliD. Mutan kekurangan flagel secret HAPs dalam medium.
d.      Filament. Sangat menyukai kait filament semirigid helik panjang dengan kait, menonjol keluar dari sel.