Daftar Blog Saya

Selasa, 23 Oktober 2012

Renungan

"Kebanyakan orang mengatakan
intelektualitaslah yang membuat
seorang ilmuwan  hebat. Mereka salah,
yang membuatnya hebat adalah karakter"
- Albert Einstein

Jenderal H. Norman Schwarzkopf pernah
mengatakan, "Kepemimpinan adalah
kombinasi yang sangat kuat dari
strategi dan karakter. Namun jika
harus memilih salah satunya, pilihlah
karakter."
Karakter dan kredibilitas selalu
berjalan bersama. Kepemimpinan tanpa
kredibilitas cepat atau lambat akan
hancur.
Lihat saja kepemimpinan yang
diguncang oleh skandal korupsi, sex
atau hak asasi manusia, seperti yang
terjadi pada mantan presiden Amerika,
Richard Nixon, Bill Clinton atau para
petinggi perusahaan Enron yang
memanipulasi data keuangannya.
Karakter membuat kita dipercaya dan
rasa percaya membuat kita bisa
memimpin. Seorang pemimpin tidak
pernah membuat komitmen kecuali ia
melaksanakannya dan ia benar-benar
melakukan segalanya untuk menunjukan
integritas, sekalipun hal itu tidak
nyaman baginya.
Seorang pemimpin berkarakter kuat
akan dipercayai banyak orang. Mereka
mempercayai kemampuan pemimpin
tersebut untuk mengeluarkan kemampuan
mereka yang tertahan.
Jika seorang pemimpin tidak memiliki
karakter yang kuat, ia tidak
mendapatkan respek dari pengikutnya.
Respek diperlukan bagi sebuah
kepemimpinan yang bertahan lama.
Seorang pemimpin memperoleh respek
dengan mengambil keputusan yang
berani dan mengakui  kesalahannya. Ia
juga lebih mendahulukan kepentingan
terbaik pengikut dan organisasi
dibandingkan kepentingan pribadinya.
Kepercayaan adalah dasar
kepemimpinan. Rusak kepercayaan,
berakhir pulalah sebuah kepemimpinan

Rabu, 10 Oktober 2012

Tumbuhan Penghasil Biodiesel Part 1


 Indonesia kaya bahan baku biodiesel dan bioethanol. Jika dimanfaatkan maksimal, negeri ini menjadi “Timur Tengah”-nya bioenergi.
Nama Indonesia
Nama Latin
Sumber
Kadar % - Bakar
P/NP
Akar kepayang
Hodgsonia macrocarpa
Biji
~65
P
Alpukat
Persea gratissima
Daging buah
40-80
P
Bidara
Ximenia americana
Inti biji
49-61
NP
Bintaro
Cerbera manghas
Biji
43-64
NP
Bulangan
Gmelina asiatica
Biji
-
NP
Cerakin
Croton tiglium
Inti biji
50-60
NP
Gatep pait
Samadera indica
Biji
~35
NP
Jagung
Zea mays

~33
NP
Jarak kaliki
Ricinus communis
Biji
45-50
NP
Jarak pagar
Jatropha curcas
Inti biji
40-60
NP
Kacang tanah
Arachys hypogaea
Biji
35-55
P
Kakao
Theobroma cacao
Biji
54-58
P
Kampis
Hernandia peltata
Biji
-
NP
Kapuk randu
Ceiba pentandra
Biji
20-40
NP
Karet
Hevea brasiliensis
Biji
40-50
NP
Kayu manis
Cinnamomun burmanii
Biji
~30
NP
Kecipir
Psophocarpus tetragonolobus
Biji
15-20
P
Kelapa
Cocos nucifera
Daging buah
60-70
P
Kelapa sawit
Elaeis guineensis
Daging buah, sabut
45-70, 46-54
P

Keterangan
Bkr = kering, P = minyak/lemak pangan (edible fat/oil), NP = minyak/lemak nonpangan (nonedible fat/oil)
Sumber TRUBUS EDISI KHUSUS HUT KE-63 RI