copas dari fb Biologi Inside
Tas Kresek adalah "barang sekali pakai" yang butuh 100-500 tahun untuk bisa terurai di alam. Jika tercecer ditanah akan merusak lingkungan, menghambat peresapan air, manyebabkan banjir, dan merusak kesuburantanah.
Di Bangla
Tas Kresek adalah "barang sekali pakai" yang butuh 100-500 tahun untuk bisa terurai di alam. Jika tercecer ditanah akan merusak lingkungan, menghambat peresapan air, manyebabkan banjir, dan merusak kesuburantanah.
Di Bangla
desh karena penyebab banjir tas kresek dilarang.
□ Tas Kresek terbuat dari plastik polyethene (PE) yang berasal dari minyak mentah. Butuh 11 barel minyak untuk
memproduksi 1 ton plastik. Untuk memproduksi kebutuhan plastik dunia dibutuhkan 12 juta barel minyak yang akan menghasilkan emisi gas rumah kaca cukup besar dan menyebabkan pemanasan global
□ Setiap tahun satu triliun tas kresek digunakan di dunia. Faktanya tas kresek yang bisa didaur ulang kurang dari 5%. Berarti setiap satu menit 2 juta tas kresek yang dibuang, sehingga jika sampah tas kresek tersebut dibentangkan bisa membungkus permukaan bumi 10 kali. Di Inggris, setiap kilometer pantai ada 2,000 sampah tas kresek. Di Jakarta sampah tas kresek setiap harinya dapat untuk menutupi 2.600 lapangan sepakbola. Di Bandung sampah tas kresek per harinya mencapai 700 meter kubik dan itu cukup untuk menutupi 50 lapangan sepakbola,
□ Fakta lain, 80% sampah di lautan berasal dari darat dan 90% diantaranya adalah plastik.
Sementara data PBB menyebutkan ada 46.000 sampah plastik mengambang di setiap mil laut.
□ Laporan Sobat dari Greenpeace, sampah plastik yang masuk ke laut menyebabkan sedikitnya 267 jenis biota laut menderita karena terjerat atau makan sampah plastik. Setiap tahun Lebih dari satu juta biota laut seperti, Burung laut, ikan paus dan penyu mati karena terjerat dan mencernakan sampah plastik.
□ Membakar tas kresek selain mencemari udarajuga akan menghasilkan gas dioksin yang jika terhirup akan membahayakan kesehatan manusia. Salah satu bisa menyebabkan kanker dan keracunan.
Kemudahan kita mendapat tas plastik ketika berbelanja di pasar, pasar swalayan, warung, atau toko menjadi ancaman tersendiri buat lingkungan sekitar. Indonesia tak sendiri, di tingkat dunia antara 500 miliar sampai 1 triliun tas plastik dipakai setiap tahunnya.
Tak semuanya terdaur ulang, bahkan tas plastik butuh ratusan tahun untuk hancur. Kebanyakan tas plastik berakhir di lautan, mencemari laut serta saluran dan sumber air.
Tertelan tak sengaja oleh mamalia dan hewan yang bergantung pada ekosistem laut untuk mencari makan. Setiap tahunnya ada satu juta mamalia laut, reptil, dan burung mati karena plastik.
Tas plastik juga menjadi ancaman buat hewan di darat. Kliwon, jerapah afrika milik Kebun Binatang Surabaya, mati dengan gumpalan plastik seberat 18 kg di dalam perutnya.
Dengan usia tas plastik yang panjang, butuh ratusan tahun untuk hilang dari Bumi, dan banyaknya tas plastik yang menjadi sampah serta membahayakan ekosistem laut, sudah selayaknya kita mengurangi penggunaan tas plastik.
□ Tas Kresek terbuat dari plastik polyethene (PE) yang berasal dari minyak mentah. Butuh 11 barel minyak untuk
memproduksi 1 ton plastik. Untuk memproduksi kebutuhan plastik dunia dibutuhkan 12 juta barel minyak yang akan menghasilkan emisi gas rumah kaca cukup besar dan menyebabkan pemanasan global
□ Setiap tahun satu triliun tas kresek digunakan di dunia. Faktanya tas kresek yang bisa didaur ulang kurang dari 5%. Berarti setiap satu menit 2 juta tas kresek yang dibuang, sehingga jika sampah tas kresek tersebut dibentangkan bisa membungkus permukaan bumi 10 kali. Di Inggris, setiap kilometer pantai ada 2,000 sampah tas kresek. Di Jakarta sampah tas kresek setiap harinya dapat untuk menutupi 2.600 lapangan sepakbola. Di Bandung sampah tas kresek per harinya mencapai 700 meter kubik dan itu cukup untuk menutupi 50 lapangan sepakbola,
□ Fakta lain, 80% sampah di lautan berasal dari darat dan 90% diantaranya adalah plastik.
Sementara data PBB menyebutkan ada 46.000 sampah plastik mengambang di setiap mil laut.
□ Laporan Sobat dari Greenpeace, sampah plastik yang masuk ke laut menyebabkan sedikitnya 267 jenis biota laut menderita karena terjerat atau makan sampah plastik. Setiap tahun Lebih dari satu juta biota laut seperti, Burung laut, ikan paus dan penyu mati karena terjerat dan mencernakan sampah plastik.
□ Membakar tas kresek selain mencemari udarajuga akan menghasilkan gas dioksin yang jika terhirup akan membahayakan kesehatan manusia. Salah satu bisa menyebabkan kanker dan keracunan.
Kemudahan kita mendapat tas plastik ketika berbelanja di pasar, pasar swalayan, warung, atau toko menjadi ancaman tersendiri buat lingkungan sekitar. Indonesia tak sendiri, di tingkat dunia antara 500 miliar sampai 1 triliun tas plastik dipakai setiap tahunnya.
Tak semuanya terdaur ulang, bahkan tas plastik butuh ratusan tahun untuk hancur. Kebanyakan tas plastik berakhir di lautan, mencemari laut serta saluran dan sumber air.
Tertelan tak sengaja oleh mamalia dan hewan yang bergantung pada ekosistem laut untuk mencari makan. Setiap tahunnya ada satu juta mamalia laut, reptil, dan burung mati karena plastik.
Tas plastik juga menjadi ancaman buat hewan di darat. Kliwon, jerapah afrika milik Kebun Binatang Surabaya, mati dengan gumpalan plastik seberat 18 kg di dalam perutnya.
Dengan usia tas plastik yang panjang, butuh ratusan tahun untuk hilang dari Bumi, dan banyaknya tas plastik yang menjadi sampah serta membahayakan ekosistem laut, sudah selayaknya kita mengurangi penggunaan tas plastik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar