tugas resume fisiologi mikroba
Katalis
bakteri mempunyai jumlah reaksi yang sangat besar (kira-kira 1000-2000) yang
diatur dalam hubungan lintasan metabolism. Lintasan metabolism sepenuhnya
adalah kepentingan koordinasi antara lintasan untuk menghindari
ketidakefisiensian. Jika sesuai, lintasan diatur menyesuaikan kecepatan laju
satu atau lebih enzim regulator yang memerintah kecepatan lintasan. Kecepatan
menjalankan enzim regulator dimodifikasi dalam 2 jalan. Metode pertama oleh
ikatan nonkovalen, beberapa biokimia enzim intermediate pada lintasan (disebut
afektor allosteric). Metode kedua, mengubah aktivitas enzim oleh modifikasi
kovalen enzim. Modifikasi kovalen termasuk penghancuran dan penghapusan gugus
kimia.
6.1 Pola Regulasi Lintasan Metabolic
6.1.1 hambatan feedback oleh produk akhir lintasan
Selama lintasan biosintetik produk akhir lintasan
biasanya efektor allosteric negative bagi branch point enzim. Sebagai contoh
pada gambar 6.1 F dan J efektor negative bagi regulasi enzim 1 dan enzim 2.
Control seperti itu disebut hambatan produk akhir (end product inhibition) atau
hambatan oleh produk akhir. Berperan memelihara kekuatan seluruh bagian di mana
produk akhir digunakan dengan cepat pada saat sintesis. Apabila kecepatan
penggunaan produk akhir meningkat maka konsentrasi produk akhir menurun.
Ada 3 pola yang dikenal dalam hambatan feedback pada
lintasan biosintesis, yaitu simple, cumulative, dan concerted. hambatan
feedback simple membuat keadaan di mana enzim regulasi dihambat oleh satu
produk akhir. hambatan feedback cumulative dan hambatan feedback concerted
menunjuk pada keadaan di mana lebih dari satu produk akhir menghambat enzim.
hambatan feedback concerted menunjuk pada keadaan di mana kedua produk akhir
harus mengikat regulasi enzim secara serempak untuk mencapai hambatan. Pada
hambatan feedback cumulative, enzim tidak secara lengkap dihambat oleh satu
produk akhir.
6.1.2 Regulasi Positif
Lintasan metabolism bisa juga manjadi regulasi positif,
terkadan oleh intermediet pada lintasan kedua. Satu lintasan menghasilkan intermediet
G, yang bergabung dengan K pada lintasan
kedua untuk menghasilkan I. jika G tidak terbentuk secara lengkap maka K
mengumpulkan dan merangsang enzim menghasilkan G.
6.1.3 Enzim Regulasi Mengkatalis Reaksi Yang Tidak
Dapat Diubah Pada Branch Point
Reaksi-reaksi mengkatalis oleh enzim regulasi biasanya
pada metabolic branch point. Enzim regulasi sering mengkatalis reaksi yang
biasanya secara fisiologi tidak dapat diubah.
6.2 Gerak Enzim Regulasi Dan Enzim
Nonregulasi
6.2.1 Enzim Nonregulasi
Konsentrasi substrat
[S] meningkat, laju reaksi mendekati maksimum, Vmaks, karena emzim
menjadi dipenuhi dengan substrat. Setiap enzim mempunyai konsentrasi substrat ½
Vmaks. Ini disebut ketetapan Michaelis-Menten, atau Km.
Bila konsentrasi substrat S sangat kecil dibandingkan Km,
maka huruf awal kacepatan v, sebanding
S (lebih besar daripada Km). ada 2 unit Vmaks (specific
activity dan turnover number). Unit specific activity adalah mikromol substrat
diubah per menit per milligram protein, dan unit turnover number mikromol
substrat diubah per menit per mikromol enzim.
6.2.2 Enzim Regulasi
Penjelasan
gerak sigmoidal dependent substrat yang mengikat satu molekul substrat
meningkatkan daya tarik enzim dengan molekul substrat kedua atau peningkatan
laju formasi produk dari sisi yang telah ditampati disebut positive
cooparetivity. positive cooparetivity membuat katalis enzim sangat sensitive
terhadap perubahan kecil pada level konsentrasi substrat kecil dibandingkan Km.
6.3 Perubahan
Kesesuaian Pada Enzim Regulasi
Ketika effector mengikat sisi allosteric, protein mengalami
perubahan kesesuaian dan perubahan ini terus bergerak. Banyak regulasi enzim
contohnya oligomeric atau multimeric dll, mereka mempunyai subunit multiple.
perubahan kesesuaian pada enzim regulasi. Enzim monomeric
ditunjukkan dengan 3 sisi pengikatan, satu untuk substrat (S), satu untuk
effector positif (+), dan satu untuk effector negative (-). Ketika ikatan enzim
dengan effector positif perubahan kesesuaian terjadi menurunkan Km.
Ketika ikatan enzim dengan effector negative terjadi peningkatan Km
dan kehilangan daya tarik effector positif
6.4 Regulasi Oleh
Modifikasi Kovalen
Enzim juga bisa diregulasi oleh interaksi allosteris . Modifikasi
kovalen terjadi disebabkan pemanbahan gugus seperti gugus acetil, gugus
phosphate, gugus adenil, gugus metil, dan gugus uridyl.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar