Daftar Blog Saya

Selasa, 09 Oktober 2012

DIET TAS KRESEK

copas dari fb Biologi Inside


Tas Kresek adalah "barang sekali pakai" yang butuh 100-500 tahun untuk bisa terurai di alam. Jika tercecer ditanah akan merusak lingkungan, menghambat peresapan air, manyebabkan banjir, dan merusak kesuburantanah.
Di Bangla

desh karena penyebab banjir tas kresek dilarang.

□ Tas Kresek terbuat dari plastik polyethene (PE) yang berasal dari minyak mentah. Butuh 11 barel minyak untuk
memproduksi 1 ton plastik. Untuk memproduksi kebutuhan plastik dunia dibutuhkan 12 juta barel minyak yang akan menghasilkan emisi gas rumah kaca cukup besar dan menyebabkan pemanasan global

□ Setiap tahun satu triliun tas kresek digunakan di dunia. Faktanya tas kresek yang bisa didaur ulang kurang dari 5%. Berarti setiap satu menit 2 juta tas kresek yang dibuang, sehingga jika sampah tas kresek tersebut dibentangkan bisa membungkus permukaan bumi 10 kali. Di Inggris, setiap kilometer pantai ada 2,000 sampah tas kresek. Di Jakarta sampah tas kresek setiap harinya dapat untuk menutupi 2.600 lapangan sepakbola. Di Bandung sampah tas kresek per harinya mencapai 700 meter kubik dan itu cukup untuk menutupi 50 lapangan sepakbola,

□ Fakta lain, 80% sampah di lautan berasal dari darat dan 90% diantaranya adalah plastik.
Sementara data PBB menyebutkan ada 46.000 sampah plastik mengambang di setiap mil laut.

□ Laporan Sobat dari Greenpeace, sampah plastik yang masuk ke laut menyebabkan sedikitnya 267 jenis biota laut menderita karena terjerat atau makan sampah plastik. Setiap tahun Lebih dari satu juta biota laut seperti, Burung laut, ikan paus dan penyu mati karena terjerat dan mencernakan sampah plastik.

□ Membakar tas kresek selain mencemari udarajuga akan menghasilkan gas dioksin yang jika terhirup akan membahayakan kesehatan manusia. Salah satu bisa menyebabkan kanker dan keracunan.

Kemudahan kita mendapat tas plastik ketika berbelanja di pasar, pasar swalayan, warung, atau toko menjadi ancaman tersendiri buat lingkungan sekitar. Indonesia tak sendiri, di tingkat dunia antara 500 miliar sampai 1 triliun tas plastik dipakai setiap tahunnya.

Tak semuanya terdaur ulang, bahkan tas plastik butuh ratusan tahun untuk hancur. Kebanyakan tas plastik berakhir di lautan, mencemari laut serta saluran dan sumber air.

Tertelan tak sengaja oleh mamalia dan hewan yang bergantung pada ekosistem laut untuk mencari makan. Setiap tahunnya ada satu juta mamalia laut, reptil, dan burung mati karena plastik.

Tas plastik juga menjadi ancaman buat hewan di darat. Kliwon, jerapah afrika milik Kebun Binatang Surabaya, mati dengan gumpalan plastik seberat 18 kg di dalam perutnya.

Dengan usia tas plastik yang panjang, butuh ratusan tahun untuk hilang dari Bumi, dan banyaknya tas plastik yang menjadi sampah serta membahayakan ekosistem laut, sudah selayaknya kita mengurangi penggunaan tas plastik.
Jika Anda mengalami trauma pada masa
lalu yang begitu membekas. Trauma ini
lantas Anda gunakan sebagai 'kambing
hitam' atas keterpurukan Anda saat ini.
Anda terus terikat dengannya, meski
itu menyakitkan.

Bila Anda tak bisa lepas dari trauma,
maka coba tanyakanlah hal ini pada diri
Anda:
"Berapa banyak luka lagi yang akan
saya biarkan diderita oleh diri saya
sendiri? Apakah trauma ini pantas
menghancurkan seluruh sisa hidup
saya? Siapa yang berkuasa disini,
diri saya--ataukah trauma?"
Perhatikanlah daun-daun yang mati dan
berguguran dari pohon, ia sebenarnya
memberikan hidup baru pada pohon.
Bahkan sel-sel dalam tubuh kita pun
selalu memperbaharui diri.
Segala sesuatu di alam ini memberikan
jalan kepada kehidupan yang baru dan
membuang yang lama. Satu-satunya yang
menghalangi kita untuk melangkah dari
masa lalu adalah pikiran kita
sendiri.
Beban berat masa lalu, dibawa dari
hari ke hari. Berubah menjadi
ketakutan dan kecemasan, yang
kemudian pada akhirnya akan
menghancurkan hidup Anda sendiri.

Ingatlah hanya seorang pemenanglah
yang bisa melihat potensi, sementara
seorang pecundang sibuk mengingat
masa lalu.
Bila kita sibuk menghabiskan waktu
dan energi kita memikirkan masa lalu
dan mengkhawatirkan masa depan, maka
kita tidak memiliki hari ini untuk
disyukuri.

Saat kita merasa sedih dan putus asa,
atau bahkan menderita, coba renungkan
keadaan di sekitar kita. Barangkali
masih banyak yang lebih parah
dibandingkan kita?
Tetaplah tegar dan percaya diri,
berpikir positif dan optimis,
berjuang terus, dan pantang mundur.

sekedar motivasi untuk diri sendiri