Metanogen merupakan organisme
yang memperoleh energi menggunakan H2 untuk mereduksi CO2
menjadi CH4. Organisme ini juga mampu mendekarboksilasi asetat menjadi
CO2 dan CH4.Pembentukan metana menghadirkan rangkaian kompleks
reaksi anaerob dan terjadi secara alami dan melibatkan sejumlah organisme yang
mendegradasi biopolimer seperti pati, selulosa atau protein menjadi asetat, H2
dan CO2. Perubahan bahan organik yang komplek menjadi bahan yang
sederhana ini memerlukan aksi fermenter primer dan sekunder dari Clostridia dan
organisme anaerob lain.
Bakteri metanogen termasuk pada genera
archaea (archaebacteria).Berikut reaksi umum dari bakteri metanogen :
4H2 + CO2 →CH4
+ 2H2O
4HCOOH
→CH4 + 3CO2
+ 2H2O
4CH3NH2Cl
+ 2H2O →3CH4
+ CO2 + 4NH4Cl
2(CH3)2NHCl
+ 2H2O →3CH4
+ CO2 + 2NH4Cl
4(CH3)2NCl
+ 6H2O →9CH4
+ 3CO2 + 4NH4Cl
CH3COOH →CH4
+ CO2
Reduksi CO2 menjadi CH4 memerlukan fungsi dari beberapa coenzym unik seperti:metanofuran (MRF), tetrahidrometanopterin(H4MPT), F420 deazaflavin sebagai donor elektron, koenzim M (HS-CH2CH2SO3-, atau HSCoM), dan koenzim B (HSCoB, 7-mercaptoheptanoyltreonin fosfat). Beberapa koenzim tersebut hanya satu kali hadir pada tahapan penyediaan energy yang berasosisasi dengan reduksi gugus metil menjadi CH4, meskipun beberapa spesies berbeda mendapatkan elektron dari tahapan reduktif dari oksidasi dari substrat yang bervariasi.
Jalur
reduksi CO2 menjadi CH4 oleh metanogen
Struktur koenzim unik yang berperan dalam metanogenesis


Tidak ada komentar:
Posting Komentar